JAKARTA, SENIN - Bank Tabungan Negara (BTN) mengembangkan kantor cabang syariah ke-13 berlokasi di Bekasi Jawa Barat tepatnya di Ruko Kalimas Bekasi Timur untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan layanan syariah.
"Pembukaan cabang syariah ini untuk memenuhi penyediaan alternatif layanan perbankan dual banking system," kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro usai meresmikan Kantor Cabang Syariah Bekasi, Senin (18/2), seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya 14 Januari 2005 BTN meresmikan kantor cabang Jakarta. "Pembukaan kantor cabang syariah didasarkan pada minat masyarakat terhadap layanan ini," kata Iqbal.
Pengembangan unit syariah di BTN dimaksud untuk mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional terutama pembiayaan rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah termasuk program Rusunami, paparnya.
Masyarakat tinggal memilih apakah mau menggunakan sistem konvensional atau syariah. Laporan yang belum diaudit sampai dengan 31 Desember 2007, BTN unit syariah memberikan kontribusi pembiayaan Rp396 miliar bagi 4.156 unit rumah. Sementara total kredit yang disalurkan BTN mencapai Rp8,551 triliun untuk 140.192 unit.
BTN pada periode yang sama 2007 juga membukukan kinerja yang baik. Laba yang dicapai Rp613 miliar, aset Rp36,7 triliun, kredit yang disalurkan Rp23,4 triliun, dana pihak ketiga Rp24,2 triliun. Sementara untuk rasio keuangan CAR 20,84 persen, LDR 92,42 persen,NPL 2,48 persen dan modal Rp2,7 triliun.
Iqbal mengatakan dengan membaiknya kinerja CAR berarti kapasitas kredit masih dapat diperluas, begitu juga dengan LDR 94,42 persen berarti BTN telah menjalankan fungsi kredit dengan baik, NPL 2,48 persen berarti kualitas aset kredit memenuhi syarat.
Iqbal mengungkapkan, BTN akan membuka 8 cabang syariah lagi sehingga sampai akhir 2008 Bank BTN akan memiliki 20 cabang syariah yang tersebar di seluruh Indonesia di antaranya di Pekanbaru, Banjarmasin, dan Semarang.
Sedangkan, untuk jaringan kantor BTN sendiri mencapai 1.507 di seluruh Indonesia. Iqbal mengatakan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disalurkan BTN mencapai lebih dari Rp50 triliun dengan jumlah 2,7 juta debitur. Sementara aset terbesar KPR berada di Bekasi sehingga sebenarnya merupakan potensi yang dapat dikembangkan.
Iqbal juga menyatakan, pengembangan unit syariah sesuai dengan bisnis utama (core business) BTN di sektor perumahan sesuai konsep Arsitektur Perbankan Indonesia untuk menjadi bank fokus di bidang perumahan.


