NEW YORK,KAMIS - Harga minyak mentah kembali melonjak ke atas 107 dollar AS, setelah pemboman pipa minyak Irak, mengalihkan perhatian para investor dari dollar AS yang mulai stabil.
Menurut Pejabat Irak, pemboman pipa pada Kamis pagi tersebut, dikhawatirkan akan menghentikan ekspor minyak dari Basra. Dow Jones melaporkan adanya pengurangan ekspor dari terminal Irak Selatan, menjadi 1,2 juta barrel per hari dari yang biasanya 1,56 juta barrel per hari. "minyak menjadi lebih sedikit akibat pemboman itu," kata James Cordier, pendiri OptionSellers.com, sebuah perusahaan perdagangan di Tampa, Florida.
Minyak jenis light sweet untuk pengiriman Mei naik 1,68 dollar AS pada 107,58 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange, setelah sempat menyentuh 108.22 dollar AS.
Berita dari Irak tersebut, menambah sentimen negatif setelah Pemerintah AS melaporkan cadangan minyak nyaris tidak berubah pekan lalu, namun persediaan bensin turun lebih dari yang diperkirakan.
Perhatian investor untuk sementara beralih dari isu dollar AS yang mulai menguat terhadap euor ke masalah cadangan minyak.


