Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:02 WIB
BBM Naik, BTN Tidak Revisi Target Kredit
| Rabu, 7 Mei 2008 | 15:46 WIB
|
Share:

JAKARTA,RABU - Bank Tabungan Negara (BTN) tidak akan melakukan revisi target kredit baru pada 2008 yang sebesar Rp10,4 triliun meskipun pemerintah berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Pengalaman kenaikan BBM pada bulan Oktober 2006 sebesar 120 persen tidak membuat kami harus merevisi target," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu (7/5).

Iqbal percaya pemerintah segera mengeluarkan kebijakan susulan untuk mengantisipasi turunnya daya beli masyarakat seperti pengalaman sebelumnya. Menurutnya, berdasarkan analisa saat ini belum perlu melakukan revisi. Pemerintah terkait dengan kenaikan BBM biasanya akan memberikan kompensasi kenaikan subsidi.

Mungkin yang akan terpengaruh, kata Iqbal pada suku bunga kredit akibat terjadinya kenaikan inflasi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan BBM. "Akan tetapi sifatnya hanya sementara saja, karena begitu inflasi berangsur-angsur normal, maka praktis bunga kredit juga mengalami penurunan," ujarnya.

BTN pada tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit 27 persen, aset tumbuh dari Rp36 triliun menjadi Rp 70,4 triliun, sedangkan kredit naik dari Rp 22,3 triliun menjadi Rp 59,9 triliun.
    
Kredit perumahan BTN dari target Rp 10,04 triliun sampai dengan April 2008 telah direalisasikan Rp 2,8 triliun, sedangkan untuk Rumah Sederhana Sehat pada periode yang sama telah direalisasikan Rp 961 miliar (23.896 unit). 
    
Mengenai program Rusunami, Iqbal menjelaskan sampai Maret 2008 kredit konstruksi BTN mencapai Rp227,9 miliar untuk 15 menara, serta dalam proses persetujuan Rp72 miliar bagi 13 tower.

Iqbal mengharapkan untuk penyediaan kredit konstruksi untuk Rusunami jangan dibebankan kepada BTN sendiri, akan tetapi lebih baik membentuk sindikasi dengan bank lain.  "Jangan ada kesan kalau kredit konstruksi mengandalkan BTN, tetapi saat sudah jadi dan diikat KPA barulah bank lain ramai-ramai menawarkan produknya," ujar Iqbal. (ANT)