JAKARTA,JUMAT - PT Bank UOB Buana Tbk (Perseroan) menargetkan go private dan voluntary delisting dilaksanakan tahun ini. Demikian penjelasan Direktur Utama Bank UOB Buana Armand Bachtiar Arief usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bank UOB Buana Tbk. (Perseroan) di Jakarta, Jumat (20/6). "Kita menargetkan dalam tiga atau empat bulan mendatang sudah kelar. Karena ada prosedur yang harus dilakukan contohnya harus RUPS dengan pemegang saham independen ini juga butuh waktu 39 hari," katanya.
Menurut Armand upaya go private dan voluntary delisting juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetisi lebih cepat dengan bank nasional lainnya. "Yang jelas kami telah mengajukan permohonan perubahan status ke ketiga regulator BEI, Bapepam dan BI terkait rencana ini. Jadi kita tunggu saja yah," ujarnya.
Sementara salah satu Direktur PT Bank UOB Buana Safrullah Hadi Saleh mengatakan dalam RUPST dan RUPSLB diputuskan untuk tidak membagikan dividen akan digunakan untuk pengembangan perusahaan seperti untuk infrastruktur. Perseroan juga berencana untuk melunasi Obligasi Subordinasi sebesar Rp 282 miliar pada Juni 2009, memperkuat infrastruktur dalam rangka implementasi pelayanan kepada nasabah.
Untuk itu Perseroan memerlukan struktur modal yang kuat dan investasi yang lebih besar untuk meningkatkan infrastruktur Perseroan. Berdasarkan hal tersebut Pemegang Saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2007 setelah dikurangi cadangan umum dibukukan sebagai laba ditahan.
Dalam RUPSLB Pemegang Saham juga menyetujui perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan, disesuaikan dengan UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Pemegang Saham juga telah memberikan persetujuan atas agenda-agenda yakni Pemegang Saham Independen menyetujui ratifikasi atas penutupan asuransi dengan United Overseas Limited (UOI) dan kerjasama outsourcing operasi teknologi informasi untuk aplikasi kartu kredit dan tresuri dengan United Overseas Bank Limited, Singapore (OUB) serta pembayaran biaya pengembangan dan peningkatan kemampuan aplikasi teknologi informasi yang disediakan UOB.
Pemegang Saham Independen juga memberikan persetujuan atas tarif biaya recurring untuk pemrosesan transaksi kartu kredit dan tresuri, tarif biaya pengembangan dan peningkatan aplikasi teknologi informasi, dan biaya pengembangan sertapeningkatan aplikasi teknologi informasi untuk empat proyek teknologi informasi yang semuanya disediakan UOB. (Persda Network/aco)


