JAMBI, RABU- Tingginya minat akan kedelai di pasaran, mendorong harga komoditi yang saat ini sedang musim panen ini kian melambung hingga menyentuh Rp 9.000 per kilogram. Kedelai yang semestinya digunakan untuk benih pun banyak dijual petani ke pedagang.
Kepala Dinas Pertanian KabupatenTanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, M.Nuri mengemukakan, harga kedelai terus mengalami peningkatan, dari sebelumnya Rp 7.000 per kg, kini sudah Rp 9.000. Kenaikan ini disebabkan tingginya minat pedagang menyerap hasil panen petani.
Saking tingginya, kedelai untuk bibit, yaitu yang berlabel biru pun tetap dibeli oleh pedagang untuk kebutuhan konsumsi. Pihaknya memerkirakan sekitar 20-30 persen stok benih yang akan ditanam pada Oktober mendatang telah dijual para petani penangkar ke pedagang."Ini karena petani butuh duit, mereka mau saja menjual kedelai yang untuk bibit," tuturnya, Rabu (2/7).
Pihaknya menargetkan perluasan tanam kedelai menjadi 3.940 hektar pada tahun ini. Sebagian besar penanaman di Kecamatan Berbak, Rantau Rasau, Dendang, dan Nipah Panjang.Namun, hingga awal Juli ini baru sekitar 1.100 hektar lahan yang telah ditanami bibit kedelai.
Menurut Nuri, akibat banyaknya benih yang dijual ke pedagang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur kekurangan benih untuk penanaman 2.940 hektar lagi mulai Oktober mendatang. Pihaknya terpaksa harus mencari benih kedelai dari luar kabupaten atau luar provinsi.


