Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:04 WIB
Hemat Energi, Wapres Minta Pengusaha Berkorban
Erlangga Djumena | Minggu, 13 Juli 2008 | 20:15 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Diterangi lampu minyak karena listrik padam, Suparyadi, membantu ibunya menjaga toko di kawasan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/3). Pemadaman bergilir di Sumatera Utara masih akan berkelanjutan karena defisit pasokan listrik.

TERKAIT:

INDRAMAYU.MINGGU - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para pengusaha untuk berkorban dalam pelaksanaan SKB Lima Menteri tentang Hemat Energi, dengan tidak meminta insentif atau kompensasi.

"Insentif apalagi yang harus diberikan, sekarang saja mereka sudah mendapat keringanan hingga 50 persen," katanya seperti dikutip Antara, usai melakukan kunjungan ke PLTU-2 Labuan, Kabupten Banten, dan PLTU-1 Indramayu, di Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Minggu (13/7).

Ia mencontohkan, selama ini pengusaha sudah mendapatkan keringanan dalam biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik, yang mana rata-rata BPP PLN sebesar Rp 1.300 per kWh, sedang harga jual termasuk ke industri Rp 630 per kWh. "Ya, sekarang berkorban lah. Berkorban untuk bangsa dan negara ini," ujarnya.

Tentang perubahan budaya kerja, terkait pengalihan hari kerja industri ke Sabtu dan Minggu, Wapres menegaskan, tidak berpengaruh.  "Itu kan untuk kepentingan mereka juga. Bagaimana bisa dibilang bisa merubah budaya. Pengusaha harus berkorban untuk bangsa dan negara ini," katanya menegaskan.