Laporan Wartawan Kompas Orin Basuki
JAKARTA,SELASA - Obligasi negara ritel atau kerap disebut ORI seri ORI 005 dijadwalkan akan terbit pada tanggal 3 September 2008. Ini dilakukan karena mulai tanggal 19 hinga 29 Agustus 2008, pemerintah akan membuka kesempatan kepada 18 agen penjual ORI untuk membuka penawaran kepada calon investor, yang hanya ditawarkan kepada warga negara Indonesia ini.
Direktur Surat Berharga Negara (SBN), Departemen Keuangan, Bhimantara Widyajala mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Selasa (29/7) usai menutup lelang atas tiga seri surat berharga.
Menurut Bhimantara, setelah masa penawaran usai, pihaknya akan melanjutkan proses penerbitan ORI005 tersebut dengan masa penjatahan pada 1 September 2008. Setelah masa penjatahan tuntas, Departemen Keuangan menjadwalkan penerbitan ORI akan jatuh pada tanggal 3 September 2008. Sehari kemudian, ORI005 akan secara resmi didaftarkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder. "Kami tidak menetapkan target indikatif untuk sementara ini karena itu akan disesuaikan dengan target yang akan dihimpun dari masing-masing agen penjual," ujar Bhimantara.
Untuk penerbitan ORI005, pemerintah tetap menggunakan jasa 18 lembaga keuangan dan perbankan yang sebelumnya sudah terpilih juga menjadi agen penjual pada seri ORI sebelumnya, yakni ORI 004. Agen penjual ini adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Central Asia, Bank Permata, bank Lippo, Bank Panin, Bank Danamon, Bank Internasional Indonesia, Bank Mega, Bank Bukopin, Bank NISP, Citibank, Bank Niaga, The hongkong Shanghai Bank Corporation Limited, Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, dan Reliance Securities.


