JAKARTA, SABTU - Fraksi PDIP meradang. Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal kontrak LNG Tangguh yang ditandatangani semasa pemerintahan Megawati, ternyata telah membuat panas para anggota fraksi PDIP. Karenanya, fraksi partai oposisi itu menantang JK bahkan SBY untuk duduk bersama.
Anggota Komisi Energi (Komisi VII) DPR Effendi MS Simbolon mengatakan, JK harus bisa membuktikan ucapannya yang menyatakan bahwa kontrak LNG Tangguh terburuk sepanjang sejarah. "Untuk JK, saya katakan bagi kami (PDIP) ini tidak fair. Beliau melaporkan ini di sidang kabinet, kalau melapor di sidang kabinet kan resmi masuk ke negara. Kalau versi JK kontrak ini dianggap salah, kami dengan tangan terbuka untuk duduk dengan beliau, menunjukkan sisi mana yang dikatakan salah dan buruk," kata Simbolon di Jakarta, Sabtu (30/8).
FPDIP telah siap dengan data-data yang akan meng-counter tudingan JK. Dikatakan Simbolon, persoalan harga yang dipandang terlalu murah dan sistem flat yang digunakan dalam kontran tersebut merupakan hal yang wajar. Dalam kontrak tersebut disepakati bahwa Indonesia menjual gas ke China dengan harga 3,3 US Dollar/mmbtu. Menurut JK, harga ini terlalu rendah jika dibandingkan harga pasaran yang mencapai 20 US Dollar/mmbtu.
"Kita ingin tahu buruknya dimana. Karena sekarang ini, semuanya lepas tanggung jawab. Kami siap dengan data-data, JK harus membuktikan tuduhannya bahwa kontrak ini terburuk. Kami fair saja. Situasi saat itu, kita berkompetisi dengan negara lain untuk menjual, sementara negara pembelinya terbatas di dunia. Jadi, harga itu sudah berdasarkan pada suatu kondisi saat itu," ujarnya.
FPDIP masih berkeyakinan tak ada yang salah dengan kontrak itu. Dengan tegas, Simbolon menantang jika JK positif ingin merenegosiasi dan membongkar kontrak tersebut, maka harus merespon keinginan FPDIP untuk duduk bersama. "Ini sinyal dari kami. Kalau dia (JK) positif ingin menantang, go ahead, di DPR monggo, dimana saja juga monggo," kata Simbolon.


