Kamis, 27 November 2014

/ Regional

Jalur Semarang-Purwodadi Banyak Pungli

Rabu, 3 September 2008 | 16:29 WIB

 

SEMARANG, RABU- Jalan jalur Semarang-Godong-Purwodadi sepanjang 56 km lebih di Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi jalur alternatif arus mudik lebaran kini banyak praktik pungutan liar. Praktik pungli dengan meminta-minta uang dilakukan warga lokal, sehubungan peningkatan jalan dengan betonisasi di empat ruas jalan.

Pengguna jalan Semarang-Purwodadi, Purwanto, Rabu (3/9), sepualng dari Purwodadi menuturkan, kondisi jalan yang relatif baik itu sayangnya tidak bisa lancar. Perjalanan terhambat karena proyek peningkatan jalan di empat ruas ternyata kini terbengkalai.

Di lokasi jalan yang dibeton itu ternyata digunakan untuk praktik pungli warga lokal. "Mereka mencegat kendaraan roda empat yang antri untuk minta uang buat beli rokok. Kita terpaksa menyediakan uang pecahan Rp 500 sampai Rp 1.000 per orang, padahal di lokasi itu bisa tiga-empat orang minta uang," kata Purwanto.

Praktik pungli ini sering menyebabkan antrian kendaraan yang melintas hanya satu arah pada jalur yang diperbaiki itu makin panjang. Antrian kendaraan mobil bisa sampai satu kilometer dari kedua arah Semarang-Purwodadi.

Jalan jalur Semarang-Godong-Purwodadi, dari pengamatan di lapangan, memang tengah dilakukan peningkatan jalan. Jalan-jalan yang rawan ambles dan bergelombang, sebagian kini tengah dibeton.

Jalan yang dibeton meliputi ruas Godong-Penawangan, Gubug-Godong, masing-masing terdapat empat proyek. Sayangnya proyek betonisasi jalan rata-rata hanya mengerjakan panjang ruas jalan kurang lebih satu kilometer baru selesai di sisi jalan saja.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Danang Atmodjo mengemukakan, pihaknya memang tengah bekerja keras menyelesaikan proyek betonisasi jalan. Karena tenaga kerja terbatas, proyek tidak bisa digarap bersamaan. Kondisi itu dimanfaatkan warga untuk minta-minta uang.


Editor :