Sabtu, 25 Oktober 2014

/ Bisnis & Keuangan

Segarnya Laba Jualan Es Buah Waktu Puasa

Senin, 8 September 2008 | 06:34 WIB

Sore itu udara masih terasa sedikit panas. Tampak kerumunan orang berdiri di samping sebuah gerobak kayu di pinggir Jl Kebayoran Lama, Jakarta. Di gerobak itu terlihat buah melon utuh, blewah, kaleng susu kental manis, dan beberapa toples berisi irisan kelapa, melon, dan beberapa jenis buah lain.

Seorang lelaki tampak sedang sibuk meracik buah-buahan itu ke dalam sebuah mangkuk. Lelaki bernama Beni itu adalah seorang pedagang es buah yang sedang menyiapkan pesanan pembeli yang berencana berbuka puasa dengan es buah yang segar itu.

Pedagang es buah seperti Beni belakangan ini memang banyak menghiasi ruas jalan di Jakarta. Mereka menggelar dagangannya mulai jam tiga sore sampai jam tujuh malam. Para pedagang es buah ini berharap bisa menangguk laba dari para pembeli yang mencari makanan dan minuman berbuka puasa.

Beni menuturkan, sehari-hari dia memang sudah berjualan es buah. Wajar saja, tangan Beni tampak cekatan saat meracik es buah di dalam mangkuk. Dia mengakui, berjualan es buah di bulan puasa seperti ini sangat terasa keuntungannya. Kalau pada hari biasa dia hanya sanggup menjual 30 sampai 50 mangkuk es buah. Pada bulan puasa ini, dia bisa menjual 75 sampai 100 mangkuk es buah.

Harga semangkuk es buah Rp 5.000. Alhasil, Beni bisa mengumpulkan pendapatan antara Rp 375.000 sampai Rp 500.000 per hari. Angka ini jelas lumayan besar. Sebab, dia hanya bermodal Rp 200.000 untuk mengisi gerobaknya dengan buah blewah, kelapa muda, alpukat, melon, dan lain-lain. Saking larisnya penjualan es buah, Beni harus berbelanja buah-buahan dari pedagang di Pasar Kramat Jati yang sudah lama menjadi langganannya, tiap dua hari sekali.

Edi Bakro, pedagang es buah di pertigaan Rawa Belong, Jakarta Barat, pun mengaku sama-sama kebanjiran pesanan. Ia merasa beruntung karena berjualan di lokasi yang strategis karena banyak orang dan kendaraan berlalu lalang. Bakro bahkan mengaku hanya butuh waktu satu hari untuk menghabiskan seluruh stok buah yang disulapnya menjadi es buah. Padahal, dia sudah menambah pasokan buah-buahan menjelang bulan puasa. Di hari biasa, dia perlu waktu berhari-hari agar dagangannya habis.

Tengok saja, pada hari biasa, Bakro hanya berbelanja Rp 300.000 untuk memenuhi gerobaknya dengan buah-buahan dan keperluan lain. Tapi, di bulan puasa seperti ini, dia bisa mengeluarkan duit Rp 500.000 setiap hari untuk berjualan es buah. Toh, dalam sehari es buah buatannya itu selalu habis terjual.

Menurutnya, jumlah pembeli es buah selama puasa memang jauh lebih banyak ketimbang hari biasa. Sekarang, setiap satu orang pembeli memborong lima sampai delapan bungkus es buah menjelang waktu berbuka puasa. Dari setiap bungkus es buah tadi, Bakro sanggup mengantongi keuntungan bersih sebesar 25 persen atau sekitar Rp 1.250. (Gentur Putro Aji)


Editor :
Sumber: