Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:59 WIB
Tangguh untuk Kepentingan Politik Jelang Pemilu
Johnson Simanjuntak | Senin, 15 September 2008 | 03:02 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN - Mantan Meneg BUMN Laksamana Sukardi mengatakan mencuatnya kembali soal kontrak jual beli gas Tangguh yang dinilai sangat murah, tidak lepas dari kepentingan politik menjelang pemilu 2009.

"Itu kan soal politik saja menjelang pemilu. tapi Megawati sudah kebakaran jenggot begitu. Biasa-biasa saja lah. Kalau memang nanti dipanggil di Pansus ya jelaskan saja, selesai. Tidak usah bereaksi seperti itu," ujar Laksamana Sukardi kepada wartawan, akhir pekan ini.

Menurut Laks, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tidak perlu risau dengan dibukanya kontrak penjualan LNG Tangguh oleh pemerintah, karena masih ada pihak yang lebih bertanggungjawab untuk menjelaskannya.

Ditanya siapa yang paling bertanggungjawab atas kontrak murah itu, Koordinator PKN PDP itu mengatakan, dalam persoalan LNG Tangguh, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang paling berperan dalam menentukan soal harga, sedangkan Megawati sebagai presiden pada saat kontrak ditandatangani tidak paham soal-soal teknisnya.

"Purnomo kan sudah 10 tahun menjabat sebagai Menteri ESDM dan dia juga mengontrol BP Migas. Jadi semuanya dia yang paling bertanggungjawab," kata Laksamana.

Bahkan, kata Laks, waktu itu pihak Mitsubishi pernah menyampaikan uneg-uneg kepadanya mengenai harga yang kelewat murah yang diberikan kepada pemerintah China.

"Pihak Mitsubishi mengatakan waktu itu terlalu terburu-buru menjual Tangguh ke China, padahal Jepang siap membelinya dengan harga yang lebih tinggi. Itu uneg-unegnya waktu itu yang disampaikan kepada saya. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena itu urusan Menteri ESDM," kata Laks.

Ditanya apakah suami Megawati, Taufik Kiemas punya peran dalam menentukan harga kontrak gas Tangguh tersebut, Laksamana Sukardi yang penah di PDIP itu mengatakan tidak tahu-menahu dimana letak peran Taufik Kiemas.(persda network/js)

Sumber :
Persda Network