Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:10 WIB
BI Harus "Mainkan" BI Rate
Stefanus Osa Triyatna | Senin, 15 September 2008 | 08:56 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Kompas Stefanus Osa

JAKARTA, SENIN - Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan, Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak Bank Indonesia agar segera menaikan BI rate hingga 10,5 persen. Kadin sepakat bahwa BI harus "memainkan" BI Rate sebagai penjinak laju inflasi karena baik otoritas moneter maupun otoritas fiskal belum punya alternatif lain.

Namun, desakan IMF itu sebaiknya harus disikapi ekstrahati-hati. "Kalau harus menaikkan BI Rate hingga 10,5 persen, Kadin Indonesia berpendapat sangat berbahaya. Suku bunga akan sangat tinggi nantinya. Akibatnya tidak ada ruang bagi pertumbuhan dunia usaha dan pemulihan sektor riil," kata Bambang di Jakarta, Senin (15/9).

Dengan level BI Rate sekarang saja, menurut Bambang, undisbursed loan bulan Juni-Juli naik Rp 18 triliun menjadi Rp 208 triliun. Artinya, banyak pengusaha mundur dari rencana kendati kreditnya disepakati. Bambang menyatakan, IMF mungkin melihat tekanan inflasi Indonesia terus menguat.

Selain kenaikan harga kebutuhan pokok dan gas elpiji, tingginya harga komoditas impor diramalkan akan mendongkrak laju inflasi September ini. Menurut Kadin, selain dengan Instrumen BI Rate, tekanan inflasi bisa diredam dengan intervensi pemerintah mengendalikan harga kebutuhan pokok. Jadi, sebaiknya desakan IMF itu harus disikapi hati-hati.