Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:10 WIB
Lehman Sedot Perhatian Serius Bank
Jimmy Hitipeuw | Senin, 15 September 2008 | 10:55 WIB
|
Share:

NEW YORK, SENIN - Di saat meredupnya prospek Lehman Brothers, sejumlah bank asing dan AS menggalang kekuatan untuk membentuk sistem keuangan global yang ditujukan guna menangkal kemungkinan bangkrutnya bank investasi nomor 4 di AS itu. Perwakilan sejumlah bank itu terlibat perundingan intensif untuk menciptakan dana talangan senilai 50 miliar dollar AS untuk memberikan kredit bagi sejumlah perusahaan keuangan yang bermasalah.

Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS (The Fed) berencana mengumumkan kesiapan mereka bersikap lunak dalam menawarkan program kredit darurat bagi bank investasi dan komersil. Rencana ini mengemuka pada saat sejumlah pejabat terkemuka AS dan eksekutif Wall Street terlibat serangkaian perundingan yang tak membuahkan hasil guna menyelamatkan Lehman Brothers dari kebangkrutan.

Perundingan tersebut ditujukan untuk menawarkan saham Lehman secara sebagian atau keseluruhan. Perundingan ini menjadi alot setelah peminat saham potensial Lehman bersikeras menginginkan dukungan yang serupa diterima oleh Bear Stearns Cos. Maret lalu saat  JP Morgan Chase & Co. membeli saham perusahaan sekuritas itu seharga 29 miliar dollar AS dengan dukungan kredit The Fed.

Menteri Keuangan AS Henry Paulson menegaskan pemerintah tak akan terlibat dalam penyelesaian kredit bermasalah Lehman. Hingga Minggu kemarin, Henry Paulson memastikan tak akan mengubah pendiriannya itu.

Departemen Keuangan AS dan The Fed mendesak Bank of America Corp. agar membeli saham Merrill Lynch & Co. Jumat (12/9) pekan lalu, saham Merrill Lynch merosot setelah timbul kekhawatiran di kalangan investor. Kalangan investor dibuat khawatir terhadap kemungkinan Merrill Lynch menjadi bank investasi selanjutnya yang tertekan akibat portfolionya yang berbasis pada sekuritas kredit rumah. 

Ekspektasi terhadap kelanjutan usaha Lehman yang telah berusia 158 tahun memudar Minggu (14/9) setelah Barclays PLC membatalkan rencana membeli saham bank investasi tersebut. Barclays dan Bank of America selama ini dinilai sebagai peminat utama saham Lehman, yang dililit oleh kredit macet perumahan senilai 60 miliar dollar AS.

Sumber :
AP