BANDUNG, SELASA - Akibat aktivitas sahur selama Ramadhan, beban puncak listrik saat subuh di Jawa Barat naik cukup tinggi dibandingkan bulan-bulan biasa. Selama bulan puasa terjadi kenaikan beban puncak saat subuh sekitar 11,85 persen.
General Manager PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB), Budiman Bachrulhayat di Bandung, Selasa (16/9), mengatakan, selama Ramadhan, beban puncak subuh rata-rata menjadi 4.262 megawatt (MW). Pada bulan biasa, angka itu sebesa r 3.810 MW.
Beban puncak subuh berlangsung sekitar pukul 03.00-05.00. Beban puncak malam rata-rata juga naik dari 4.338 MW menjadi 4.900 MW. Adapun beban puncak siang rata-rata turun dari 3.670 MW menjadi 3.515 MW. Pihak PLN saat ini tengah menyiapkan pasokan listrik agar tetap lancar saat Lebaran.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PLN Supriadi mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pegawai untuk menjaga pasokan listrik agar tidak terjadi pemadaman pada masa Lebaran. Kelancaran pasokan listrik diprioritaskan sejak H-7.


