JAKARTA, KAMIS - Meski Pemerintah dan DPR menyepakati subsidi listrik pada 2009 Rp 54,55 triliun turun dari Rp 60 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, namun Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak akan mengalami kenaikan. "Kalau TDL naik nanti masyarakat akan teriak-teriak," kata Koordinator Panja Asumsi RAPBN 2009 Panitia Aggaran DPR Harry Azhar Azis, kepada Kompas.Com, di gedung DPR,Jakarta, Kamis (18/09).
Rincian subsidi 2009 sebesar Rp 55,24 triliun ditambahkekurangan subsidi 2007 dan 2008 Rp 5,48 triliun kemudian dikurangi langkah penghematan 2009 Rp 6,17 triliun.
Menurut Harry, angka tersebut diasumsikan ada pertumbuhanpenjualan listrik 7 persen dan DMO 30 persen batubara.Sehingga energy mix utk pasokan listrik mengkonsumsi BBM7,9 juta KL, biofuel 18 ribu KL, gas alam 325 ribu BBTU,batubara 23,5 juta ton, dan panas bumi 3,5 juta MWh.
Lebih lanjut Harry menambahkan PLN tidak dapat menjamin tidak terjadi 'byar pet' 100 persen, PLN hanya berjanji tahun 2009 pemadaman listrik dapat diminimalkan. "Bila proyek 10ribu MW berhasil, tahun 2010 dan seterusnya, listriknasional mampu merespon pertumbuhan kebutuhan listriknasional," katanya.
Sebelumnya, Komisi Energi DPR mengusulkan subsidi listrikpada 2009 sebesar Rp 60,43 triliun. Angka tersebut kemudian dibahas di panitia anggaran sebelum ditetapkan menjadiasumsi dalam APBN 2009.

Severity: Notice
Message: Undefined variable: output
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 748

