Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 20:42 WIB
PLN Investasi Rp 1 Triliun untuk Pengembangan Listrik di NTT
Kornelis Kewa Ama Khayam | Kamis, 18 September 2008 | 16:58 WIB
|
Share:

Laporan Wartawan Kompas Kornelis Kewa Ama Khayam

KUPANG, KAMIS - Pihak PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menginvestasi dana Rp 1 triliun untuk pengembangan listrik di daerah itu. Daratan Pulau Timor segera dibangun pusat listrik tenaga uap atau PLTU di Bolok, Kupang dan Atapupu, Belu. Sementara Pulau Flores dibangun PLTU di Desa Ropa, Kabupaten Ende.

Pimpinan PT PLN (Persero) Wilayah NTT Amir Rosidin didampingi staf saat bertemu Ketua DPRD NTT Melkianus Adoe di Kupang, Kamis (18/9) mengatakan, PLTU Bolok dan Ropa termasuk dalam program 10.000 MW tingkat nasional, yang diluncurkan pemerintah tahun 2007.

PLTU Bolok, sekitar 25 km arah barat Kota Kupang memiliki kapasitas 33 MW. Di sana segera dibangun dua mesin dengan kapasitas masing-masing 16,5 MW.

PLN butuh lahan 10 x 10 m2 untuk pembangunan dua unit mesin PLTU. Dibangun pula transmisi dari Bolok melalui Kuanheun, Alak, Manulai, Naioni, Fatukoa, Belo, Sikumana dan berakhir di Maulafa. Panjang jaringan transmisi hampir 35 km.

Setiap 500 meter dibangun satu tower transmisi 70 Kv dengan tinggi 35 meter. Setiap tower butuh lahan 10 x 10 meter. Ganti rugi tanah warga akan ditangani tim khusus. Biaya ganti rugi tanah Rp 40.000 per meter.

Jangka pendek, pembangunan transmisi sampai di Maulafa, ke depan akan dibangun sampai di Naibonat sekitar 40 km arah timur Kota Kupang atau 75 km dari Bolok. Kemudian dari Naibonat pembangunan diteruskan sampai ke Soe.

Humas PLN Wilayah NTT Paul Bola menambahkan, akan dibangun pula satu unit mesin PLTU di Atapupu di perbatasan Timor Leste dengan kapasitas 14 MW untuk melayani warga Belu, dan sebagian dijual ke warga pedesaan di wilayah perbatasan Timor Leste. Kebutuhan listrik untuk Belu dan Kefamenanu 10 MW. Kefamenanu sudah dapat diatasi dengan PLTD yang ada.

“Dengan demikian seluruh kebutuhan listrik di daratan Timor Barat sampai 2010 terlayani seluruhnya. Pembangunan di Bolok segera direalisasikan dalam waktu dekat, yang diawali dengan upacara adat sebagai pertanda kegiatan pembangunan PLN di seluruh daratan T Timor,” kata Bolla.

Sementara pembangunan PLTU di Flores tahun ini dimulai di Desa Ropa Kecamatan Maurole, Ende. Pembangunan sudah berjalan. PLTU Ropa dengan kapasitas 14 MW akan melayani kebutuhan listrik di seluruh Kabupaten Ende dan Kabupaten Maumere. Ada dua jaringan masing-masing 70 Kv, termasuk saluran udara tegangan tinggi atau SUTT.

Juga sedang dibangun pusat listrik tenaga panas bumi atau PLTPb di Ulumbu 6 MW , Manggarai yang akan melayani kebutuhan listrik di Manggarai, Ngada, dan Labuan Badjo.

PTLPb di Mataloko, Ngada sebanyak 2,5 MW belum dapat difungsikan karena tekanan uap (panas) dari bumi tidak kuat sehingga tidak mampu menggerakan turbin. Dalam waktu dekat akan dibangun satu unit sumur untuk mendapatkan tambahan uap yang cukup. Dibangun pula pusat listrik tenaga matahari di Nduga, Ende dengan kapasitas 2 MW.

“Semua ini akan selesai 2010. Diharapkan pada saat itu seluruh kebutuhan listrik di daratan Timor, Flores, Lembata, Rote Ndao, dan Alor sudah terpenuhi. Dalam proses pembangunan ini masyarakat diminta dukungan sehingga proses pembebasan tanah untuk pembangunan transmisi tidak dipersulit,” kata Bolla.