JAKARTA, RABU - Niat pemerintah daerah DKI Jakarta mengeluarkan obligasi daerah tidak akan diwujudkan secepatnya sebelum rapor keuangan DKI membaik, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
"Kita punya rencana jual obligasi daerah pada saat yang tepat, jika peringkat kita sudah baik. Tidak asal dikeluarkan begitu saja," kata Gubernur di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/10).
Laporan keuangan DKI tahun anggaran 2007 yang dinilai buruk atau "disclaimer" oleh BPK adalah alasan mengapa obligasi daerah yang direncanakan itu harus tertunda hingga penilaian BPK membaik menjadi "wajar tanpa perkecualian".
Sebelumnya, Pemprov dengan asistensi Bank Dunia dan IFC (International Finance Corporation) membentuk tim kecil untuk untuk mempersiapkan DKI Jakarta untuk mengeluarkan obligasi.
Target awal diterbitkannya obligasi itu pernah disebut Gubernur Fauzi adalah tahun 2009. Namun begitu, Fauzi menegaskan bahwa obligasi tidak akan dikeluarkan jika kondisi pasar tidak memungkinkan dan laporan keuangan DKI masih buruk.


