Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:14 WIB
Privatisasi BUMN Terjegal Krisis Keuangan Global
Wahyu Satriani Ari Wulan | Kamis, 16 Oktober 2008 | 18:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS — Privatisasi tiga perusahaan BUMN tertunda dilakukan akhir tahun ini menyusul adanya kondisi krisis keuangan global. Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofjan Djalil, rencana Initial Public Offering (IPO) beberapa BUMN yang sudah disetujui DPR tidak mungkin dilakukan tahun ini karena waktu hingga akhir tahun tinggal dua bulan lagi.

Sofjan menilai IPO kurang tepat dilakukan dalam kondisi global saat ini. "Tidak bisa kita justifikasi dengan harga harga hari ini. Seluruh dunia tidak ada yang IPO, siapa yang punya duit. Justru sekarang yang punya duit beli perusahan yang sudah listing," kata Sofjan.

Sebelumnya, DPR menyetujui privatisasi tiga perusahaan BUMN, yakni Krakatau Steel (KS), PT Garuda Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Dengan kondisi seperti sekarang, kata Sofjan, perusahaan BUMN harus melakukan stres test agar tetap survive dan tidak terganggu kondisi keuangan perusahaan. "Semua harus mengikat pinggang dulu. Kalau kondisi terburuk mereka tetap survive dan tidak terganggu balancing mereka. Jangan berfikir dulu lah untuk ekspansi dalam kondisi sekarang, tapi semua disiapkan berbagai alternatif," ujar Sofjan.

Untuk perusahaan yang akan melakukan ekspansi, harus melakukan analisis terlebih dahulu secara hati-hati. "Mereka harus melakukan analisis dulu secara prudent dan meyakinkan bahwa kondisi krisis ini dapat mereka lewati," kata Sofjan.