MOJOKERTO, RABU - Pemerintah dipastikan tidak bisa mengatrol harga pasar gula petani yang saat ini hanya mencapai Rp 4.800 per kilogram.
Hal tersebut disampaikan Deputi Meneg BUMN bidang Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan, dan Penerbitan Agus Pakpahan, usai memberikan pengarahan pada pelantikan pengurus Ikatan Ahli Gula Indonesia (IAGI) sekaligus seminar bertema Peningkatan Teknologi dan Kualitas SDM mengantarkan Industri Gula Eks Tebu Keluar dari Kesulitan di Pabrik Gula Gempolkrep, Gedeg, K abupaten Mojokerto, Rabu (22/10).
Ia menyebutkan, kondisi pasar hingga akhir tahun ini dipastikan tidak akan berpihak pada industri gula nasional. " Ya, kita ini kan yang memproduksi (gula)," ujar Agus sembari menambahkan pemerintah tidak berada dalam posisi untuk menaikkan harga gula di p asaran.
Selain itu, stok gula yang melimpah pada tahun ini juga menjadi sebab lain mengapa harga gula sangat merugikan para petani. Tahun ini, per tanggal 10 Oktober stok gula di PTPN dan PT RNI mencapai 300 ribu ton, sementara pada bulan yang sama tahun lalu hanya mencapai 30 ribu ton. "Itu silahkan diartikan sendiri mengapa seperti itu. Tetapi saya tidak menganggap gula rafinasi yang masuk sebagai ancaman," ujar Agus.


