Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:16 WIB
Hari Ini Pemerintah Akan Borong SUN
| Kamis, 30 Oktober 2008 | 08:05 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Karyawan Bank Permata Sudirman, Jakarta, di bagian global market, menjalankan transaksi obligasi, Senin (7/4). Pemerintah membeli kembali obligasi negara yang jatuh tempo 1 Mei 2008-31 Desember 2013 melalui lelang pembelian kembali oleh pemerintah atau cash buy back senilai Rp 2,007 triliun.

TERKAIT:

JAKARTA,KAMIS -  Pemerintah berniat mengangkat kembali harga Surat Utang Negara (SUN). Caranya, pemerintah akan memborong kembali (buy back) SUN yang sudah berharga sangat miring. Ini merupakan jurus nomor empat dari 10 jurus pemerintah menghadapi krisis finansial.

Rahmat Waluyanto, Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan mengatakan bahwa Pemerintah telah siap untuk buy back SUN yang beredar di pasar. Dana pembelian kembali SUN tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ada untungnya juga harga minyak turun tapi harga BBM subsidi tidak turun. Sebab, anggaran belanja minyak yang tersisa inilah yang jadi sumber dana buy back SUN.

Departemen Keuangan dan Bank Indonesia (BI) akan segera melaksanakan buy back itu. "Kamis (hari ini), kami akan mengumumkan skema dan SUN mana saja yang akan kami beli, lengkap dengan berapa dana yang sudah kami siapkan," kata Rahmat kepada KONTAN, kemarin (29/10).

Meski baru sebatas rencana, kemarin, harga SUN seri FR00048 naik sedikit. Selasa (28/10) harga surat utang pemerintah bertenor 10 tahun ini sempat remuk ke titik terendah di angka 51. Imbal hasilnya (yield) pun meroket jadi 20,9 persen. Nah, kemarin, harga SUN seri FR00048 itu naik tipis jadi 55,76, dengan yield 19,30 persen.

Rahmat mengakui, harga SUN terpuruk akibat dana asing cabut dari SUN. Salah satu pemicunya, kata Rahmat, adalah skandal tutupnya Bank Indover yang membuat investor cemas akan risiko SUN. "Kita akan meyakinkan investor bahwa pemerintah masih punya dana dan tidak akan default," tegas Rahmat. Catatan saja, duit asing yang hengkang dari kepemilikan SUN dua bulan terakhir sudah mencapai Rp 12,43 triliun. (Dyah Megasari)

Sumber :
KONTAN