Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 16 Mei 2012 | 21:17 WIB
Bulog Bukan Distributor Tunggal Gula Kristal
Wahyu Satriani Ari Wulan | Kamis, 13 November 2008 | 17:59 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS - Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyangkal bahwa Perum Bulog menjadi distributor tunggal gula kristal putih, atau gula pasir, milik enam PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara Indonesia terkait kerja sama pengembangan jaringan distribusi gula alternatif.

"Bukan begitu, pernyataan Pak Mustafa (Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar), kemarin keliru bahwa seolah-olah seluruh hasil PTPN akan disalurkan oleh Bulog," kata Sofyan, di Jakarta, Kamis (13/11).

Sofyan mengatakan, kerja sama ini untuk menciptakan alternatif jalur distribusi bukan monopoli. Menurutnya, PTPN perlu mempunyai jalur distribusi sendiri dan sebagai alternatif diadakan kerjasama tersebut. Nantinya, dari kerja sama tersebut PTPN akan menyerahkan sekitar 10-20 persen hasil produksi mereka. "Tergantung kemampuan mereka," ujar Sofyan.

Intinya, kata Sofyan, tetap berlaku mekanisme pasar secara win-win solution. Dimana Bulog tidak membeli gula PTPN tapi akan melakukan sistem syariah. "PTPN menyerahkan gulanya kepada Bulog, kemudian Bulog distribusi. Kemudian ada bagi hasil," tuturnya.