Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 17:52 WIB
Lebih Baik Mahal Sedikit daripada Kena Penyakit
Caroline Damanik | Selasa, 18 November 2008 | 11:53 WIB
|
Share:

KOMPAS/Ilham Khoiri
Pedagang daging sapi

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA — Jika pemerintah nanti akhirnya jadi menetapkan kebijakan impor daging dari Brasil, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta masyarakat berhati-hati membeli daging sapi dan jeroan yang dijual di pusat perbelanjaan ataupun pasar-pasar tradisional.

Lebih baik membeli daging atau jeroan dari sapi dalam negeri, tetapi lebih mahal daripada membeli daging sapi dan jeroan impor yang beresiko terjangkit penyakit mulut dan kaki (PMK). Rencana impor daging sapi ini dinilai sebagai tindakan yang gegabah meski pada awalnya untuk menyediakan daging dengan harga murah.

Pasalnya, dibukanya keran impor dari Brasil berarti membuka masuknya daging dan jeroan yang terjangkit PMK. Dr Soehadji, seorang dokter hewan dari Indonesian Vetenary Watch, mengatakan, memang data Office International Des Epizooties pada Mei 2008 mencatat bahwa 11 negara bagian di Brazil dinyatakan sebagai zona bebas PMK dengan vaksinasi. Hanya satu negara bagian di Brasil yang dikategorikan zona bebas PMK, yaitu Santa Chatarina. "Sementara itu, dari 26 negara bagian, 14 negara bagian masih dinyatakan tertular PMK," ungkap Soehadji.

Ia menyatakan, dirinya pesimistis pemerintah dapat menolak tawaran impor daging dari Pemerintah Brasil. Jumlah sapi di Brasil hampir menyamai jumlah penduduk Brasil yang berjumlah 190 juta. Jumlah sapi di Brasil mencapai 180 juta ekor.