JAKARTA, JUMAT - Pemerintah mendapatkan komitmen pinjaman siaga (stanby loan) total sebesar 5 miliar dolar AS. Dana tersebut diperoleh dari Jepang, Australia, Bank Pembangunan Asian (ADB), dan Bank Dunia.
Hal tersebut disampaikan plt Menteri Koordinator bidang Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai pelantikan pejabat eselon di gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (5/12).
Ani mengatakan dana standby loan ini bisa ditarik atau tidak, tergantung biaya dan waktunya. Kalau pasar masih terganggu, dan harga pasar saham dan obligasi menjadi sangat mahal sehingga risiko tinggi, maka akan dilakukan penarikan stanby loan (withdraw standby). Sebaliknya, kalau biaya di pasar sudah turun dan normal, serta krisis global tidak kontinyu, maka tidak akan dilakukan withdraw stanby.
"Artinya global bond sudah restore, maka kita bisa pakai dana APBN. Ini yang sedang kita bahas," kata Ani.
Jika nanti dalam pembahasan sudah ada hasil, dan disetujui, maka akan diumumkan pada Januari 2009 mendatang. Ani mengatakan support yang saat ini muncul atau confirm sangat menggembirakan. Artinya, selain ada dana di APBN sebanyak Rp 2,8 triliun, masih ada dana pinjaman siaga yang sudah confirm sekitar 5 miliar dollar AS.
Seperti diketahui, pemerintah membutuhkan pinjaman siaga untuk mengantisipasi bila penurunan pertumbuhan ekonomi tahun depan di bawah 6 persen.

