Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 18:34 WIB
Dihentikan, Penerbangan Perintis ke Seruyan
Cyprianus Anto Saptowalyono | Kamis, 11 Desember 2008 | 11:42 WIB
|
Share:

PALANGKARAYA, KAMIS — Akibat minimnya penumpang—yakni hanya satu dua penumpang tiap kali terbang—penerbangan perintis Pelita Air dari Palangkaraya ke Kuala Pembuang, ibukota Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, terpaksa dihentikan.

"Sebab kalau diteruskan, maka Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Seruyan harus mengeluarkan banyak subsidi," kata Kepala Bidang Transportasi Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Kasturi di Palangkaraya, Kamis (11/12).

Kasturi menuturkan, kapasitas tempat duduk di pesawat Cassa 200 milik Pelita Air yang melayani rute Palangkaraya-Kuala Pembuang tersebut 18 kursi. Apabila hanya terisi satu orang, maka Pemkab Seruyan harus menyubsidi untuk 17 kursi lainnya.

Dia menuturkan, dalam waktu dekat akan dilangsungkan rapat evaluasi untuk membahas persoalan penerbangan perintis di Kalteng, termasuk mengenai dihentikannya penerbangan perintis yang kekurangan penumpang tersebut.

"Banyak faktor yang menyebabkan sepinya penumpang. Mungkin karena tarif per penumpang yang Rp 500.000-an itu dirasa memberatkan," kata Kasturi.

Sebagai perbandingan, apabila menggunakan angkutan darat, warga cukup membayar tarif Rp 150.000 untuk bepergian dari Palangkaraya ke Kuala Pembuang dengan lama perjalanan sekitar delapan jam.