BAGHDAD, RABU — Perdana Menteri Inggris Gordon Brown tiba di Baghdad untuk kunjungan tanpa diumumkan sebelumnya, Rabu (17/12), dan diterima PM Irak Nuri al-Maliki.
Kunjungan Brown selang beberapa hari setelah Presiden AS George W Bush juga berkunjung mendadak ke Irak. Dalam kunjungannya ke Irak, Minggu (14/12), Bush dilempari sepatu oleh seorang wartawan Irak dalam konferensi pers.
Lawatan itu, kunjungan keempat Brown ke Irak sebagai perdana menteri, menyusul penyusunan satu undang-undang oleh kabinet Irak yang membuka jalan bagi 4.100 tentara Inggris ditarik akhir Juli 2009, lebih dari enam tahun setelah invasi pimpinan AS.
"Kami sangat puas dengan apa yang tertuang dalam perjanjian itu dan kami mengharapkan parlemen Irak akan segera menyetujuinya," kata seorang pejabat senior Inggris, yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya.
Para pejabat Inggris mengatakan, mereka tidak mengharapkan memiliki pasukan lagi di Irak selain daripada sejumlah kecil, yang memberikan pelatihan-pelatihan, setelah pengunduran resmi itu.
Inggris pernah mengirim 45.000 tentara untuk berperang di Irak. Inggris adalah mitra utama AS selama invasi itu.
Perjanjian keamanan AS itu mengizinkan 140.000 tentara AS di negara itu tetap di Irak sampai akhir tahun 2011.
