AMBON, MINGGU - Para pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mengeluhkan sejumlah hak mereka hingga menjelang akhir tahun belum dibayarkan. Sejumlah pegawai Dinkes Ambon saat dikonfirmasi, Minggu (21/12), mengaku banyak hak mereka yang belum dibayar, dan ketika masalah ini ditanya kepada pimpinan yang berwenang, tidak memperoleh jawaban yang pasti.
Para pegawai tersebut meminta Walikota Ambon, Jopie Papilaja untuk melihat masalah ini dan segera menyikapinya sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan pegawai. Sejumlah hak pegawai Dinkes Ambon yang belum dibayarkan di antaranya uang bensin kendaraan roda empat selama tiga bulan, sedikitnya Rp 5 juta, untuk kendaraan roda dua berkisar Rp 2 juta per enam bulan.
Tunjangan khusus daerah (TKD) sebesar Rp 750 ribu per bulan belum dibayar selama tiga bulan terakhir, uang transpor sebesar Rp 400 ribu per tiga bulan, serta uang lauk pauk (ULP) untuk satu bulan sejak pemberlakuan lima hari kerja terhitung 1 Desember lalu.
Biaya asuransi kesehatan (askes) selama enam bulan terakhir, jumlahnya berkisar antara lima juta sampai enam juta rupiah per puskesmas, tergantung kunjungan pasien. Selain itu, kekurangan gaji 80 persen (selama enam bulan) maupun kenaikkan 100 persen (delapan bulan) para pegawai Dinkes Ambon, sejak tahun 2006 hingga 2008 juga belum dibayarkan, dan jumlahnya diperkirakan lebih dari satu miliar rupiah.
Kekurangan setiap pegawai rata-rata antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per orang per bulan tergantung golongan masing-masing. Jumlah pegawai Dinkes Ambon yang belum memperoleh kekurangan di antaranya yang diangkat 2006 sebanyak 300 orang lebih, pada 2007 lebih dari seratus orang dan 2008 sebanyak tujuh orang.
Ini diluar kenaikan gaji pokok berdasarkan keputusan Presiden dan kenaikan gaji berkala setiap tahun, yang hingga kini juga belum dibayarkan. Para pegawai khususnya yang merayakan Natal juga menerima tunjangan hari raya, padahal perayaan Natal 25 Desember 2008 tinggal menghitung hari. "Natal sudah di depan mata, tapi THR belum dibayarkan, padahal kami sangat membutuhkan untuk keperluan persiapan keluarga masing-masing," kata sejumlah pegawai.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Ambon, Hans Liesay, yang dikonfirmasi secara terpisah belum bisa dimintai keterangannya.
