Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 19:11 WIB
Prabowo: Jangan Biasakan Utang ke Negara Lain
Erlangga Djumena | Minggu, 28 Desember 2008 | 20:15 WIB
|
Share:

BANTUL, MINGGU - Ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menegaskan agar Indonesia  jangan terbiasa meminjam uang dari negara lain. "Indonesia adalah negara kaya, untuk apa kita sering meminjam uang negara lain," kata Prabowo usai ziarah di makam orang tua mantan Presiden  Soeharto di Kemusuk, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (28/12).

Ia mengatakan,  seharusnya bangsa Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak sedikit pinjam uang. "Indonesia adalah negara kaya yang pantas dihormati, jangan merendahkan diri dengan  negara lain dengan pinjam uang terus," katanya.

Menurut Prabowo, saat ini terjadi penyimpangan dari sistem perekonomian yang ada di UUD 1945. Sebab sekarang ini, perekonomian tidak lagi menjadi hak masyarakat, namun hanya menguntungkan segelintir orang.

"Jika ingin  masuk investasi asing silahkan, namun jangan memperkaya diri sendiri. Contohnya, saat ini sangat mudah memberikan kredit untuk membuat apartemen mewah kepada orang kaya. Jadi, hal ini sudah tidak wajar" katanya.

Menurut dia, seharusnya  masyarakat kecil yang tidak mampu, seperti petani, buruh dan nelayan yang ingin membeli alat-alat penunjang produksinya diberikan kucuran kredit. "Seharusnya orang kaya tidak perlu dibantu dengan kucuran kredit," katanya.
    
Ia mengatakan, pupuk adalah aset negara yang seharusnya dipersembahkan untuk masyarakat, bukan untk diperjualbelikan.  "Saya berkeinginan suatu saat, pembelian pupuk harus melalui Bupati atau Camat, karena merekalah yang mengerti benar kebutuhan pupuk di masyarakatnya. Distribusi pupuk jangan diserahkan kepada orang yang tidak bertanggungjawab," katanya.

Sumber :
Ant