Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 19:12 WIB
Perdagangan Saham Akan "Recovery" Semester II/2009
Wahyu Satriani Ari Wulan | Selasa, 30 Desember 2008 | 17:25 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami recovery pada semester II tahun 2009 mendatang. Hal tersebut disampaikan pengamat pasar modal Finance Corpindo Nusa Edwin Sinaga di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (30/12). "Saya memprediksi tahun 2009 ini recovery pasar modal bisa terealisasi di semester II," kata Edwin.

Menurutnya, kendala tahun depan adalah goncangan krisis keuangan global yang masih tetap harus diwaspadai. Oleh karena itu, recovery bisa dilakukan dengan pertimbangan jika masa krisis sudah terlewati.

Edwin memperkirakan investasi di pasar modal pada tahun depan masih bagus. Namun, investasi tidak hanya fokus di pasar saham, investor juga akan melirik pasar obligasi, reksadana, dan produk-produk lainnya. "Obligasi dan reksadana akan banyak peminat. Karena itu, yang harus diperhatikan pasar modal adalah penambahan produk-produk yang ada. Produknya harus lebih inovatif lagi," ujarnya.

Sepanjang tahun 2008 kinerja Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dinilai sudah berjalan baik. Hanya saja, Bapepam-LK harus membuat keputusan dengan melihat ke depan bukan melihat ke belakang. Di samping itu, pasar modal juga harus lebih memerhatikan pengawasan dan melakukan relaksasi peraturan serta memerhatikan penegakan hukum atas pelanggaran yang dilakukan. "Seperti kasus gadai saham (repo) Grup Bakrie seharusnya segera dilaporkan dan disampaikan kejelasannya," ujarnya.

Menurut Edwin, pada tahun 2008 banyak pelanggaran yang terjadi karena peraturan pasar modal yang masih longgar. Dari banyak kasus, kata Edwin, pelanggaran dilakukan bukan karena tidak ada peraturan, tetapi ada peraturan yang dilanggar.

Lebih lanjut Edwin memaparkan kinerja BEI tahun 2008 belum berjalan sesuai harapan karena tahun ini merupakan tahun yang berat. "Saya menilai kinerja bursa sudah berusaha dilakukan secara optimal hanya saja peraturan yang masih longgar," kata Edwin.