Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 19:19 WIB
Gangguan Telepon Meningkat
| Jumat, 2 Januari 2009 | 03:12 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS — Gangguan komunikasi pengguna telepon seluler, panggilan ataupun pengiriman pesan singkat, masih terjadi selama libur Tahun Baru 2009. Meskipun lebih sepi lalu lintasnya, jumlah pengaduan masyarakat meningkat dibandingkan saat libur Lebaran 2008.

”Terutama dari daerah tujuan wisata, seperti Puncak yang beberapa lokasinya masuk dalam kategori blank area,” ujar Kepala Bagian Umum dan Humas Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S Dewabroto di Jakarta, Kamis (1/1).

Meskipun banyak gangguan, dampaknya tidak separah malam pergantian tahun 2006-2007. Saat itu pelayanan seluler benar-benar jeblok hingga ada operator yang dua hari berturut-turut tidak bisa memberi layanan kepada pelanggan.

Data Departemen Komunikasi dan Informatika menunjukkan, rata-rata kumulatif penggunaan layanan seluler saat Tahun Baru 2009 naik 178 persen daripada hari biasa. Saat Lebaran 2008, kenaikan mencapai 300 persen.

Gatot mengatakan, PT Excelcomindo Pratama menunjukkan lonjakan lalu lintas panggilan tertinggi dibandingkan dengan operator lain, sebesar 100 persen, dari 225 juta menjadi 450 juta panggilan. Pengiriman SMS-nya mencapai 133 juta atau naik 64 persen dari 81 juta.

Kepala Divisi Relasi Publik PT Indosat Adita Irawati mengatakan, selama empat hari libur Natal 24-27 Desember, traffic penggunaan pesan singkat atau SMS Indosat mencapai 1,02 miliar atau naik 40 persen. Adapun lalu lintas panggilan menjadi sekitar 108 juta panggilan atau naik 40 persen. Hampir tidak ada gangguan berarti sehingga keberhasilannya mencapai 95 persen.

Pengguna telepon seluler lebih banyak memakai panggilan telepon daripada SMS dengan komposisi 61 persen berbanding 39 persen.

Lalu lintas ke luar negeri turun 15 persen dibandingkan dengan tahun 2008. Layanan ke luar negeri lebih didominasi pengiriman SMS. ”Bisa diasumsikan, jumlah orang yang berlibur ke luar negeri akhir tahun ini berkurang,” ujar Gatot. (NIK)

Sumber :
Kompas Cetak