RUANG kerja ini berukuran 3,4mx3,6m, tak terlalu luas memang, meski demikian pemakaian ruangan dapat maksimal. Rahasianya adalah pada furnitur yang ramping, dan penambahan cermin.
Meja kerja biasanya berukuran besar dan lebar, furnitur inilah yang sebaiknya "dirampingkan". Di ruang kerja ini, meja hanya ditopang dua kaki pada satu sisi, sedangkan sisi lainnya menempel pada tembok. Ukuran kaki-kakinya pun lebih ramping, karena menggunakan besi hollow, yang dibentuk seperti bingkai.
Rak buku yang biasanya juga memakan tempat, ditempel di tembok. Rak atas memiliki dimensi terbuka yang besar, agar buku atau benda lain, yang sering digunakan, mudah dikenali. Sedangkan rak bawah memiliki pintu tanpa handel, untuk membukanya cukup dengan menarik sisi bagian bawah daun pintu.
Di antara rak atas dan bawah, pada dinding yang memanjang, dipasang cermin. Pemasangan cermin ini juga salah satu rahasia, membuat ruangan jadi terasa lebih luas dan lega. Untuk aksesoris, seperti lukisan, tidak digantung seperti biasa. Melainkan diletakkan di lantai dan disandarkan pada tembok, agar mudah dipindahkan.
Selain itu, terdapat juga sebuah sofa bed. Sofa yang sekaligus berfungsi sebagai ranjang mini ini, berukuran 200cmx120cmx40cm. Bagian ujung kiri dan kanan sofa dapat ditekuk dari 15, 45, hingga 180 derajat. Jika dibutuhkan, kita dapat membuka sandaran, ketika sudah tidak digunakan, kita tinggal menutupnya kembali.
Untuk ruang kerja yang mungil, hindari penggunaan warna gelap pada lemari atau rak yang menempel di dinding. Warna-warna terang dapat menciptakan kesan yang lebih ringan dan luas. Furnitur-furnitur lain yang tidak menempel pada dinding, harus dibuat multifungsi, sehingga pemakaian ruang juga lebih efisien.
Indra
