JAKARTA, RABU - Tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2009. Hal itu diungkapkan Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (7/2).
"Untuk risiko likuiditas di 2009 akan stabil, risiko pasar juga akan berkurang di 2009. Tapi risiko kredit akan cenderung meningkat," katanya. Kenaikan NPL tersebut, dikatakan Muliaman, terjadi karena risiko kredit yang makin tinggi di tengah krisis keuangan global.
Ia mengatakan kenaikan tersebut diperkirakan sebesar 5 persen. Dikatakannya, angka tersebut lebih tinggi dari NPL gross perbankan 2008 yang mencapai 4 persen dan NPL net 1,5 persen.
Segmentasi Bank
Muliaman juga mengatakan permasalahan segmentasi perbankan akan diselesaikan pada tahun ini. Sebelumnya, di akhir 2008, perbankan dilanda masalah segmentasi antara bank yang kelebihan, cukup, dan kekurangan likuiditas.
Untuk mengatasi persoalan ini, dikatakan Muliaman, BI akan mengeluarkan sejumlah kebijakan berupa monitoring. "Kami masih terus monitoring, tetapi yang jelas pada 2009 ini, gejolak di pasar uang akan menurun," katanya.
