BEIJING, SENIN — Isian penumpang Garuda Indonesia jurusan Beijing-Jakarta menjelang liburan Tahun Baru China atau Imlek 2009 penuh sehingga penjualan karcis sudah habis untuk penerbangan saat itu.
"Sejak November 2008 tingkat pembelian karcis untuk penerbangan saat liburan Tahun Baru Imlek sudah ramai dan kini karcis sudah terjual habis," kata Manajer Umum Garuda Indonesia Beijing Pikri Ilham K di Beijing, Senin (12/1).
Menurutnya, seperti tahun-tahun sebelumnya saat menjelang liburan Imlek, minat warga China untuk mengisi liburan dengan menggunakan maskapai Garuda cukup tinggi sehingga dua hingga tiga bulan sebelumnya mereka sudah melakukan pembelian.
Ia mengatakan, sesungguhnya pihaknya ingin menyediakan penerbangan ekstra untuk mengantisipasi banyaknya warga China yang ingin mengisi liburan ke Indonesia dengan maskapai penerbangan nasional Indonesia tersebut. "Tapi kita terbentur dengan waktunya yang berdekatan dengan selesainya angkutan haji sehingga kita tidak bisa menyediakan penerbangan ekstra untuk menghadapi peningkatan penumpang," kata Pikri.
Menurutnya, keinginan masyarakat China untuk mengisi liburan dengan melakukan perjalanan ke luar negeri dalam beberapa bulan terakhir ini cukup tinggi sehingga sering kali tingkat isian penumpang pesawat Garuda cukup padat. Akibatnya, untuk penerbangan jurusan Beijing-Jakarta sering kali banyak penumpang yang tidak mendapatkan kursi. Untuk itu pihaknya menyarankan para penumpang untuk melakukan perjalanan ke Indonesia dari Shanghai dengan tujuan Denpasar yang telah dibuka 20 Desember 2008.
"Penerbangan Garuda jurusan Shanghai-Denpasar menggunakan pesawat berbadan besar, yakni Airbus 330 sehingga bisa membuat penumpang lebih banyak, sementara kalau jurusan Beijing-Jakarta menggunakan pesawat lebih kecil yaitu Boeing 737 NG (Generasi Baru)," kata Pikri.
Garuda Indonesia menargetkan mengangkut 27.000 penumpang untuk jalur Beijing-Jakarta selama 2009, yang berarti lebih besar dibanding target 2008 sebesar 22.000 penumpang. "Kami menargetkan tahun ini bisa mengangkut lebih banyak lagi penumpang, yakni 27.000 penumpang dan kami optimis dengan pencapaian sebesar itu," katanya.
Menurutnya, rasa optimistis itu muncul mengingat minat warga China untuk melakukan perjalanan wisata ke luar negeri sangat tinggi sekalipun krisis keuangan global sedang melanda dunia.
Dalam pandangannya, dikeluarkannya sejumlah paket stimulus ekonomi makro oleh Pemerintah China baru-baru ini dan mendatang diharapkan akan menjadikan perekonomian domestik tidak mengalami stagnasi, yang justru bisa memicu perbaikan ekonomi setempat.
Ia mengatakan, dengan adanya sejumlah stimulus paket ekonomi yang dikeluarkan pemerintah setempat, diharapkan perekonomian tetap baik yang pada akhirnya akan mempertahankan pendapatan masyarakat.
