YOGYAKARTA, SELASA — Perum Bulog Divre DIY baru akan masuk ke jaringan distribusi gula pasir apabila pemerintah mengeluarkan instruksi presiden (inpres), sebagai kebijakan menyikapi harga gula yang anjlok atau terlampau tinggi. "Inpres itu belum tentu keluar tahun ini. Kerja sama Bulog dan produsen gula masih dalam tahap awal," ujar Murino Mudjono, Kepala Bulog Divre Yogyakarta, Selasa (13/1).
Seperti diketahui, kerja sama pengembangan jaringan distribusi gula pasir antara Bulog pusat, PT Rajawali Nusantara Indonesia, dan enam PT Perkebunan Nusantara produsen gula, ditandatangani November lalu. Dengan begitu, Bulog dimungkinkan menjual gula dengan harga lebih murah daripada distributor lain.
Atau dengan kata lain, Bulog berperan pula sebagai stabilisator harga gula pasir. Selain tak ada inpres, Bulog DIY belum merasa perlu masuk membantu distribusi gula karena Madukismo, produsen gula di Yogya, bisa menjalankan hal itu.
