JAKARTA, RABU — Pemerintah menyerap Rp 5,95 triliun dari lelang empat seri SUN (Surat Utang Negara) yang dilakukan Selasa (13/1).
"Lelang SUN kali ini sangat bagus karena meskipun lelang sejak Oktober 2008 tapi terjadi oversubscription (kelebihan penawaran) dua kali," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, Selasa (13/1), malam.
Dalam lelang tersebut, total penawaran yang masuk bahkan mencapai Rp 9,137 triliun. Settlement baru akan dilaksanakan 14 januari atau pada 15 Januari 2009.
Menurut Rahmat, peminat SUN yang luar biasa itu menunjukkan pasar semakin confident (percaya) terhadap SUN. "Kepemilikan SUN oleh asing juga tetap sama dua bulan terakhir sekitar Rp 87 triliun," katanya.
Dikatakan, pihaknya mengambil di atas target pada lelang SUN kemarin karena yield (imbal hasil) rata-rata yang masuk bid lebih rendah dari benchmark yield yang telah ditetapkan. menurut Rahmat, yield hasil lelang sebenarnya tidak relatif tinggi dalam situasi pasar saat ini. "Sudah ada repricing of risk untuk semua instrumen pasar termasuk SUN," paparnya.
Padahal, yield SUN sudah turun sekitar 400 basis poin (bps) dibandingkan Oktober 2008. "Yield lelang hari ini juga lebih rendah dari kuotasi pasar yang ada," katanya.
Bahkan, lanjut Rahmat, SPN 12 bulan yield-nya 11,2 persen lebih rendah dari yield atau bunga SBI enam bulan sebesar 11,28 persen. "Penyebabnya adanya ekspektasi penurunan suku bunga, inflasi yang semakin terkendali, nilai tukar yang relatif stabil, dan kepercayaan investor terhadap pemerintah," papar Rahmat.


