JAKARTA, JUMAT - Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak setuju dengan rencana penawaran saham umum terbatas atau right issue sebesar Rp 4,26 triliun yang akan dilakukan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) pada Mei 2009. Alasannya, right issue tersebut akan terjadi dilusi yang akan memberatkan investor publik BNBR.
Sikap BEI terhadap rencana right issue BNBR ini diungkap Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito. Namun demikian Eddy mengaku belum tahu pasti apa yang akan dilakukan atas langkah korporasi BNBR tersebut. BEI belum mempelajari secara cermat. Baru mendengar dari media massa.
"Right issue bukan saat yang tepat. Pemegang saham publik sedang terengah-engah. Dengan adanya right issue, akan terjadi penurunan harga saham dan itu akan membebani pemegang saham publik. Tapi kami belum memutuskan tindakan yang akan
dilakukan terhadap BNBR. Kami baru baca dari koran adanya rencana right issue," ujar Eddy, Kamis (15/1).
Sementara Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali menyatakan, pelaksanaan right issue BNBR, merupakan mekanisme dari konversi obligasi atas transaksi yang telah disepakati dengan Northstar Pacific Partners Ltd.
Keputusan menggeluarkan right issue sebagai kompensasi atas talangan dana yang diberikan Northstar kepada BNBR untuk menebus saham yang digadaikan Oddickson Finance sebesar 575 juta dollar AS. Dengan kesepakatan BNBR dan Northstar kemudian
membentuk perusahaan khusus dengan komposisi 70:30 atas 21,4 persen saham BUMI, yang dijaminkan ke Oddickson.
