Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 20:12 WIB
Sekuritas Hargai Murah Saham BUMI
| Rabu, 21 Januari 2009 | 11:49 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU — Dulu emas sekarang besi. Beginilah nasib saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Tahun lalu sewaktu BUMI jadi primadona bursa, investor pemegang saham BUMI masih bisa mendapat harga lumayan jika menjaminkan saham anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).

Sekarang tidak lagi. Jika hendak menjaminkannya ke sekuritas, investor harus puas saham BUMI hanya dihargai setengah dari harga saham emiten batu bara ini di pasar.

Sekuritas rupanya mulai berhitung terhadap risiko apabila memegang jaminan saham BUMI. Equity Capital Market Strategist PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) Satrio Utomo mengatakan, perusahaan efek akan menilai risiko saham yang jadi jaminan dalam transaksi pasar modal seperti misalnya margin trading. "Kami tidak memberikan nilai pinjaman sebesar 100 persen dari nilai jaminannya, tetapi dalam persentase tertentu," ujarnya pada Kontan, Selasa (20/1).

Untuk saham BUMI, misalnya, Trimegah hanya menghargai 50 persen bila jadi jaminan. Jadi semisal investor berniat meminjam uang dengan jaminan saham BUMI senilai Rp 1 miliar, perusahaan sekuritas akan memberikan pinjaman maksimal Rp 500 juta. "Ini sering disebut sebagai capping atau pembatasan," jelasnya.

Masih tetap percaya BUMI

Pembatasan ala sekuritas ini untuk melindungi aset mereka juga. Sebab, kata Satrio, saat ini saham BUMI dan emiten lain di Grup Bakrie berisiko tinggi. Terlebih sejumlah aksi korporasi Bakrie sering mendapat sorotan publik karena tidak transparan dan kadang membingungkan. "Kami misalnya telah mengeluarkan total dana Rp 1 triliun dengan jaminan saham. Yang tersendat kurang dari Rp 2 miliar," tutur Satrio.

PT Danareksa Sekuritas juga menghargai saham BUMI sebagai jaminan hanya 50 persen-75 persen. Artinya, jika menjaminkan saham BUMI seharga Rp 100 juta, investor hanya bisa mendapatkan pinjaman Rp 50 juta-Rp 75 juta.

Meski begitu, saham BUMI masih bisa jadi jaminan. Soalnya, "Harganya sudah sangat murah dan likuid," imbuh Assistant Vice President Head of Retail Distribution Danareksa Sekuritas Sujadi Darmotinojo.

PT BNI Securities punya hitungan lain. Sekuritas ini tetap menilai 100 persen jaminan saham BUMI dalam transaksi margin. Namun, BNI Securities memperhitungkan risiko penurunan saham BUMI. Jadi kalau misalnya saham BUMI jatuh hingga 65 persen dalam dua pekan, BNI Securities akan meminta investor menambah jaminan (top up). "Kami menghitung berdasarkan value at risk saham tersebut," kata Direktur Utama BNI Securities Jimmy Nyo.

Sementara Senior Vice President Hubungan Investor BUMI Dileep Srivastava tak mempersoalkannya. "Ini praktik biasa di pasar modal," kata Dileep. (Yuwono Triatmodjo, Faisal Rachman, Roy Franedya/Kontan)

Sumber :
KONTAN