JAKARTA, SELASA — PT Indosat Tbk belum menetapkan besaran besaran belanja modal atau capital expenditure (capex) yang digunakan selama 2009.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam di sela-sela peresmian BTS Indosat di Desa Cikorek, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (3/2).
Dia mengatakan, dana capex 2009 tidak akan lebih besar dibandingkan dana capex 2008 senilai 1,4 miliar dollar AS karena tidak lagi dianggarkan dana pengadaan satelit.
Johnny menjelaskan, dari total capex Indosat 2008 tersebut sebanyak 200 juta dollar AS di antaranya digunakan untuk pengadaan satelit. "Tahun ini ada kemungkinan terjadi penurunan besarannya karena tidak ada lagi kebutuhan untuk membiayai satelit. Hal ini karena satelit akan diluncurkan pada Agustus depan di China," katanya.
Alokasi capex tahun ini untuk pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, jadi 50 persen capex untuk penambahan kapasitas pada jaringan eksisting dan 50 persen sisanya untuk menambah layanan di daerah terpencil.
Menurut Johnny, ekspansi jangkauan layanan Indosat di daerah terpencil pada 2009 akan terfokus di Jawa dan Sumatera. "Kami akan bangun di Jawa dan Sumatera karena tahun kemarin kami telah membangun di Indonesia Bagian Timur misalnya Kalimantan," katanya.
Untuk 2009 ini, Indosat menargetkan dapat menambah 12 juta pelanggan baru setelah memperoleh 35,5 juta pelanggan sampai November 2008.
Pada kesempatan tersebut, Indosat meresmikan menara pemancar telekomunikasi (BTS) di Desa Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, dan merupakan operator telekomunikasi pertama yang masuk ke daerah tersebut.
Johnny mengatakan, Indosat menginvestasikan Rp 2 miliar-Rp 3 miliar untuk membangun satu BTS tersebut.
Karena baru Indosat yang masuk ke daerah tersebut, dia mengatakan utilitas jaringan di empat BTS tersebut mencapai lebih dari 200 persen.
