Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 21:50 WIB
Minyak Tanah dan Solar Bersubsidi Tidak Impor Lagi
Gentur Putro Jati | Rabu, 11 Februari 2009 | 15:22 WIB
|
Share:

Kompas/Lucky Pransiska
Pengeboran minyak di Rig OW 700/40 milik Pertamina EP di Desa Samudra Jaya, Kecamatan Bekasi, Jawa Barat, mencapai kedalaman 2.150 meter, Selasa (27/3). Minyak mentah dari anjungan ini diolah di kilang minyak Balongan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

TERKAIT:

JAKARTA, RABU — PT Pertamina (Persero) tidak lagi mengimpor solar dan minyak tanah untuk memenuhi stok BBM bersubsidi. Pasalnya, solar dan minyak tanah sudah bisa dipenuhi dari kilang milik Pertamina.

Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Migas Departemen ESDM) Evita Herawati Legowo, Pertamina hanya akan mengimpor premium untuk BBM bersubsidi tahun ini.

"Untuk solar dan minyak tanah public service obligation (PSO) sudah tidak impor lagi karena sudah terpenuhi oleh kilang dalam negeri," kata Evita, Rabu (11/2).

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal mengatakan, tahun 2009 ini kebutuhan minyak tanah bersubsidi untuk PSO sebanyak 36,033 juta barrel dan solar bersubsidi untuk PSO 73,595 juta barrel. Sementara itu, produksi minyak tanah dan solar di kilang Pertamina diperkirakan berlebih masing-masing 44,819 juta barrel dan 99,487 juta barrel. (Kontan)

Sumber :
KONTAN