ENDE, SELASA - Pihak operator kapal mengeluhkan pelayanan air bersih di pelabuhan Ende, di Flores, Nusa Tenggara Timur. Keluhan itu karena seringkali pengelola pelabuhan setempat tak dapat menyediakan air bersih yang dibutuhkan operator kapal.
"Masa dalam 10 jam air bersih rata-rata baru dapat dipasok 15 ton meter kubik. Padahal kapal biasanya sandar paling lama tiga jam, malah seperti KM Awu singgah cuma satu jam di Ende. Seringkali di sini kapal saya tak diisi air, padahal sebenarnya kebutuhan air rata-rata per kapal barang milik kami 50 ton meter kubik," kata Pimpinan PT Varia Ende Raya Joni Rasyid, Selasa (17/2), di Ende.
Ketika dikonfirmasi Manajer Pelabuhan Kawasan Ende, Titus Tiro mengakui kondisi pipa saluran air dari bak penampung di pelabuhan menuju dermaga yang berjarak sekitar 300 meter kini dalam kondisi rusak. Banyak bagian pipa yang bocor. "Akibatnya banyak air terbuang, dan daya dorong air menjadi lemah. Semestinya memang paling tidak dalam 1 jam air dapat dialirkan sekitar 60 ton meter kubik. Tapi yang terjadi dalam 1 jam air hanya dapat dialirkan 1 sampai 3 ton meter kubik," kata Titus Tiro.
Titus menjelaskan, kerusakan pipa air itu terjadi di dua pelabuhan yang ada, baik Pelabuhan Ippi, maupun Ende.
"Masalahnya untuk urusan finansial kami tidak mempunyai kewenangan. Kami harus mengajukan dulu ke cabang, dan kami sudah mengajukan dua kali permohonan ke Manajer PT Pelindo III Cabang Maumere (Kabupaten Sikka) untuk perbaikan pipa itu. Namun sampai sekarang belum ada jawaban," kata Titus.


