JAKARTA, RABU - Pelaku pasar elektronik mengakui kalau nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang tidak stabil membuat harga menjadi melar. "Iya, kami akui, nilai tukar memang berpengaruh terhadap harga," kata Head Section Residential Air Conditioner LGEIN Albert Fleming saat ditanya kompas.com menyangkut harga penyejuk udara di pasaran Indonesia, Rabu (18/2).
Lebih lanjut, Fleming yang dalam kesempatan itu tengah meluncurkan produk LG berupa AC Hercules mengatakan harga penyejuk udara mendaki hingga sembilan persen. "Saya lihat, produsen penyejuk udara lainnya juga menaikkan harga di seputar angka itu," katanya.
Sementara itu, Direktur Penjualan LGEIN Budi Setiawan dalam kesempatan sama pun menambahkan pihaknya akan membidik penguasaan pasar penyejuk udara hingga 29 persen, tahun ini. "Tahun lalu, kami berada di posisi 26 persen," imbuh Budi.

