Selasa, 2 September 2014

/ Bisnis & Keuangan

Harga Kopi Melonjak

Kamis, 19 Februari 2009 | 09:01 WIB

JAKARTA, KAMIS — Pengusaha kopi sumringah. Harga kopi jenis Robusta dan Arabika melonjak drastis. Jenis Robusta, misalnya, harga di pasar lokal dan dunia sedang melambung. Pada Desember 2008, harga Robusta di pasar lokal  Rp 14.000 per kilogram (kg), kini harganya naik hingga 28,5 persen menjadi Rp 17.000 sampai Rp 18.000 per kg.

Di pasar dunia, harga Robusta naik 14,3 persen, yakni dari 1,4 dollar AS per kg pada bulan Desember 2008 menjadi 1,6 dollar AS per kg sekarang ini.

Harga kopi Arabika juga ikut melonjak seiring kenaikan harga Robusta. "Harga kopi Arabika juga naik, biasanya harganya 30 persen di atas harga Robusta," ucap Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Rachim Kartadibrata.

Ada dua faktor yang memicu naiknya harga kopi, yakni permintaan yang tinggi dan sentimen menguatnya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah.

Rachim menyatakan, meski dunia sedang dililit krisis keuangan global, permintaan kopi relatif stabil. Sebab, rasa kopi mempunyai unsur unik yang mampu memengaruhi penikmat kopi terus menyeruput minuman ini. "Penikmat kopi itu sulit beralih, jadi tidak mungkin langsung berhenti ngopi," urai Rachim.

Sebetulnya, bukan hanya harga kopi yang naik. Harga segala macam komoditas ekspor sedang naik. Sebab, nilai tukar dollar AS sedang menguat sehingga harga komoditas di pasar lokal otomatis naik. "Sekarang, semua komoditas ekspor seperti kopi harganya sedang membaik," kata Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani.

Tentu saja, lonjakan harga kopi tersebut setidaknya bisa membangkitkan gairah petani kopi memacu produksi yang selama ini relatif stabil. "Perubahan harga lokal tentu saja membawa keuntungan bagi petani," ujar Achmad. (Azis Husaini/Kontan)


Editor :
Sumber: