Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 07:47 WIB
Proposal Bantuan Valas RI Bakal Dibawa ke Menkeu AS
Ade Mayasanto | Kamis, 19 Februari 2009 | 13:38 WIB
|
Share:

JAKARTA, KAMIS — Permintaan fasilitas pendukung cadangan devisa RI dalam bilateral swap agreement (BSA) dengan AS disambut positif Menteri Luar Negeri RI AS Hillary Clinton. Hillary berjanji akan membawa permintaan bantuan valas RI tersebut ke Menkeu AS, Timothy Geitner.

Hal ini dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mendampingi Presiden Yudhoyono menerima kehadiran Menlu AS Hillary Clinton di Kantor Presiden, Kamis (19/2).

Menurut Sri Mulyani yang juga menjabat Pelaksana Tugas Menko Perekonomian, proposal BSA Indonesia akan ditindaklanjuti dengan menyertakan persetujuan Hillary perihal stabilitas ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia.

"Stabilitas dan performance dari perekonomian Indonesia yang baik tentu harus dijaga terus dan AS memberikan suatu simpati serta mendukung kinerja yang selama ini dicapai Pemerintah Indonesia," kata Sri Mulyani mengutip pernyataan Hillary.

Proposal BSA yang diajukan seiring dengan keberadaan krisis finansial global yang terus menggerogoti ketahanan ekonomi seluruh negara dari sisi likuiditas maupun stabilitas mata uang. Dan AS merupakan harapan Indonesia untuk membantu menambal defisit yang timbul di APBN 2009. "AS merupakan negara yang bisa menyuplai dollar lebih banyak, karena memang dia yang mencetak dollar," ujar Sri Mulyani.

Permintaan pemerintah ini memperkuat desakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda saat bertemu dengan Hillary di Gedung Pancasila, Deplu, pada Rabu (18/2) kemarin.

"Apabila ada semacam support bilateral dari AS dari sisi swap akan bisa di-arange sama seperti yang kita lakukan di Chiang Mai inisiative dan ASEAN plus 3," sergah Sri Mulyani seraya memastikan, dana bantuan AS akan bisa dikelola berkelanjutan bila mendapat persetujuan Pemerintah AS.

"Kalau swap agreement itu sekali disetujui bisa continue untuk di-maintain," paparnya.

Menyangkut berapa besar dana yang dminta Pemerintah Indonesia terhadap AS, Sri Mulyani enggan membeberkan lebih rinci. "Saya tidak bicara tentang angka. Kalau dari sisi arangement dalam Chiang Mai inisiative, kita bisa mendapatkan 12 miliar dollar AS. Nanti kita akan lihat, pokoknya anything yang above di situ pasti sangat baik," jelasnya.

Sumber :
Persda Network