Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:02 WIB
Harga Gula Naik, Industri Mamin Kurangi Margin
Fabiola Ponto | Selasa, 24 Februari 2009 | 13:37 WIB
|
Share:

KONTAN/Muradi
Pengunjuk rasa melakukan aksi menolak gula rafinasi yang beredar dipasaran di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta (29/9). Dalam aksinya mereka mempertanyakan kepada pemerintah bagaimana gula rafinasi yang seharusnya sebagai bahan baku industri ternyata beredar ditengah masyarakat.

SURABAYA, SELASA — Harga gula rafinasi di pasar internasional merangkak naik. Akibatnya, para pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia terpaksa mengurangi margin. Pada Selasa (24/2), harga gula rafinasi di tingkat internasional mencapai 420 dollar AS. Padahal, bulan Januari harganya masih 376 dollar AS per ton.

"Kenaikan ini mau tidak mau berpengaruh terhadap beban biaya produksi sehingga kami mengurangi margin," ujar Thomas Darmawan, Ketua Umum Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, di Surabaya. Namun demikian, kenaikan dari bahan baku yang menyerap sekitar 30 persen dari biaya produksi itu tidak secara langsung mendorong kenaikan harga jual produk makanan dan minuman.

Sebagian, ujar dia, menggunakan substitusi baik gula sintetis maupun gula lokal. "Soal harga jual merupakan kebijakan masing-masing produsen, sebagian memilih mengurangi margin agar barang tetap kompetitif," tutur Thomas.