JAKARTA, SELASA - Lelang Surat Utang Negara (SUN) sepi peminat asing. Partisipasi investor asing pada lelang empat seri surat utang negara hari ini, Selasa ( 24/2 ) hanya 15-20 persen. Padahal, biasanya partisipasi asing dalam lelang-lelang sebelumnya rata-rata mencapai 50-60 persen.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (24/2).
"Pelemahan nilai tukar rupiah yang cenderung berlanjut mempengaruhi minat asing," kata Rahmat.
Namun, dia mengatakan peranan pemain lokal seperti perbankan, dana pensiun, dan asuransi masih cukup besar dan penting. Rahmat optimis potensi dalam negeri masih bisa diandalkan dalam situasi krisis. "Apalagi sebelumnya sukuk ritel juga sukses," ujarnya.
Kemarin, Senin ( 23/2 ), pemerintah berhasil menyerap dana dari penerbitan sukuk ritel seri SR 001 sebesar Rp 5,556 triliun.
Pemerintah hari ini kembali memperoleh suntikan dana setelah menyerap hasil lelang empat seri surat utang negara sebesar Rp 6,15 triliun.
Dalam siaran pers Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan menyebutkan, lelang digelar hari ini terhadap empat surat utang yang sebelumnya pernah diterbitkan, yakni seri SPN 20100218, seri FR 0051, seri FR 0030, dan VR 0018. Lelang ini dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan, Harry Z. Soeratin, menyatakan total penawaran yang masuk sebesar Rp 8,197 triliun. Penawaran yang masuk pada lelang seri SPN 20100218 sebesar Rp 2,618 triliun, dengan imbal hasil terendah 10,71875 persen dan tertinggi 11,50000 persen. Lelang surat utang seri FR 0051 berhasil mengumpulkan penawaran Rp 1,134 triliun dengan imbal hasil terendah 12,12500 dan tertinggi 13,25000 persen.
Selanjutnya, penawaran seri FR 0030 mencapai Rp 415 miliar, dengan imbal hasil terendah 13,00000 persen dan tertinggi 13, 81250 persen. Sedangkan penawaran pada lelang seri VR 0018 mencapai Rp 4,030 triliun,dengan imbal hasil terendah 90,50 persen dan tertinggi 100 persen.
Pemerintah menyerap surat utang seri SPN 20100218 sebesar Rp 950 miliar, dengan rata-rata tertimbang imbal hasil sebesar 10,75000 persen. Surat utang seri FR 0051 diserap Rp 875 miliar, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 12, 71190 persen.
Sedangkan pada seri FR 0030, pemerintah menyerap Rp 325 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 13,28846 persen. Sedangkan, seri VR 0018 diserap Rp 4 triliun dengan harga rata-rata tertimbang 100 persen dan kupon 10,094 persen.