Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 08:31 WIB
Negara Berkembang Juga Makin Terjerembap
| Sabtu, 28 Februari 2009 | 04:54 WIB
|
Share:

GENEVA, JUMAT — Krisis ekonomi tidak saja menghunjam negara-negara maju, tetapi juga negara-negara berkembang. Harapan akan pemulihan makin suram. Karena itu, ekonomi dunia tahun 2009 diramalkan akan terkontraksi 1 persen.

Demikian dikatakan Ketua United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Supachai Panitchpakdi di Geneva, Swiss, Jumat (27/2).

”Kita kemungkinan akan melihat penurunan pertumbuhan ekonomi lebih besar di negara berkembang, yang selanjutnya makin menghunjam perekonomian global,” kata Supachai, mantan Wakil Perdana Menteri Thailand dan juga mantan Dirjen World Trade Organization (WTO).

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan perekonomian negara berkembang masih bisa selamat. Namun, tidak demikian penilaian UNCTAD, yang justru melihat perekonomian negara berkembang juga terperosok.

Asia menderita

Logika di balik penilaian UNCTAD adalah negara-negara berkembang di Asia kini mengalami penurunan ekspor sekitar 40 persen. Ini adalah dampak dari pembangunan ekonomi yang berlandaskan ekspor.

Ketua UNCTAD itu juga makin khawatir dengan gejala proteksionisme terselubung. Dikatakan, apabila AS mencanangkan ”buy American” alias belilah produk-produk AS untuk warganya, banyak negara juga melakukan hal serupa dengan semboyan ”cintailah produksi dalam negeri”.

Supachai mengatakan, secara global, semboyan-semboyan seperti itu akan menghambat perdagangan global yang selanjutnya akan membuat ekonomi dunia sulit pulih. (REUTERS/MON)

Sumber :
Kompas Cetak