Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 08:41 WIB
Dana Obligasi Global Amankan Rupiah
Orin Basuki | Senin, 2 Maret 2009 | 13:18 WIB
|
Share:

JAKARTA, SENIN — Bank Indonesia akan menggunakan semua dana yang masuk ke cadangan devisa untuk menenangkan pasar keuangan domestik semaksimal mungkin. Itu termasuk dana senilai 3 miliar dollar AS atau setara Rp 33 triliun yang akan masuk pekan depan dari hasil penjualan obligasi negara berdenominasi dollar AS milik Pemerintah Indonesia.

Gubernur BI Boediono mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Senin (2/3), seusai menghadiri upacara pembukaan Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) Kelima yang dihadiri juga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menerbitkan dua seri obligasi berdenominasi dollar AS yang diserap oleh pasar keuangan global sebesar 3 miliar dollar AS. Penerbitan di New York pada 26 Februari 2009 itu merupakan penerbitan obligasi pertama yang dilakukan melalui mekanisme Global Medium Term Notes (GMTN).

Atas penerbitan obligasi global ini, Indonesia disebut sebagai negara di Asia yang paling aktif menerbitkan obligasi. Jumlah dana yang diambil pun merupakan catatan sejarah baru karena sebelumnya, total dana yang diambil oleh pemerintah dalam satu kali penerbitan obligasi global paling besar adalah 2,2 miliar dollar AS.

"Dana itu baru akan masuk pekan depan. Itu akan menambah cadangan devisa kita. Semua dana yang masuk ke cadangan devisa kita akan kami gunakan semaksimal mungkin untuk memberikan rasa aman kepada pasar keuangan," ujar Boediono.