Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 08:42 WIB
Biayai Proyek 10.000 MW, PLN Jajaki Investor Timteng
Wahyu Satriani Ari Wulan | Senin, 2 Maret 2009 | 13:44 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Petugas PLN mengganti isolator menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (29/4). Perawatan itu untuk menghindari gangguan pasokan listrik dari PLTU Suryalaya, Banten, ke gardu induk Gandul, Jakar

TERKAIT:

JAKARTA, SENIN - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan penjajakan dengan sejumlah investor Timur Tengah. Sedianya, upaya ini untuk membiayai pelaksanaan proyek 10.000 Mega watt tahap 1.


Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama (Wadirut) PLN Rudiantara di sela World Islamic Economis Forum (WIEF) kelima di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (2/3)  "Ya kami sekarang sedang penjajakan. Dengan sejumlah investor Timteng," kata Rudiantara.

Namun, Rudiantara enggan mengatakan lebih lanjut secara detail mengenai penjajakan tersebut. "Nanti saja. Proyek 10.000 Mega watt ini kan butuh dana banyak banget. Kalau penjajakan dengan Timteng sejak tahun lalu," ujarnya.

Rudiantara menyebut, pihaknya mematok target dapat menggaet investor sebanyak-banyaknya dari Timteng. Dia berharap tahun ini ada kesepakatan-kesepakatan yang berhasil dibuat dengan investor Timteng. Menurutnya, realisasi penjajakan tersebut tergantung pada tiga hal, yakni waktu, ukuran dan masalah harga. "Kan seperti pancing, ada yang nyangkut ada yang tidak. Tergantung waktu, size, dan pricing," ujarnya.