JAKARTA, SELASA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sangat serius untuk melepas unit usahanya Citilink menjadi perusahaan yang berdiri sendiri yaitu PT Citilink Indonesia. Tahun ini, Garuda telah menyuntikkan dana sebesar Rp 75 miliar sebagai modal awal.
Direktur Pengembangan dan Teknologi Informasi Garuda yang juga merangkap Managing Director Citilink, Elisa Lumbantoruan mengatakan, dana sebesar Rp 75 miliar dikucurkan untuk operasional perusahaan tahun ini.
"Selain dana itu, Garuda juga akan menghibahkan sebanyak lima Boeing 737-300 agar Citilink memenuhi syarat menjadi maskapai niaga berjadwal sesuai UU Penerbangan," kata Elisa usai Luncheon Financing 8 Boeing 737-800 NG di Jakarta, Selasa (3/3).
Seperti diketahui dalam UU No 1 Th 2009 tentang Penerbangan, pemerintah mensyaratkan maskapai penerbangan niaga berjadwal harus memiliki lima pesawat dan menguasai lima pesawat lainnya.
"Persiapan telah matang, sehingga Citilink bisa secepatnya mandiri," jelas Elisa. Tahun ini, tegasnya, Citilink akan mengoperasikan sebanyak 10 unit pesawat yaitu jenis Boeing 737-300 dan Boeing 737-400.
Dengan armada sebanyak itu, kata dia, Citilink ditargetkan mampu mengangkut penumpang sebanyak lima kali dari 2008.
"Bila pada 2008 sebanyak 330 ribu penumpang, tahun ini diharapkan bisa mengangkut sebanyak 1,5 juta penumpang," ujarnya.
