SURABAYA, KAMIS — Humas PT Kereta Api (PT KA) Daerah Operasional (Daops) VIII Surabaya Sugeng Prijono menyatakan, kecelakaan kereta api barang dengan truk tronton di Lamongan, Kamis (5/3) dini hari, akibat truk menerobos pintu perlintasan kereta api di kawasan Deket.
"Seharusnya saat sirene berbunyi, truk berhenti untuk memberi kesempatan kereta yang akan lewat," katanya saat dikonfirmasi di Surabaya.
Memang saat itu pintu perlintasan kereta api di Deket belum tertutup secara sempurna. "Kemungkinan sopir truk tidak melihat karena saat itu gerimis sehingga mengganggu pandangan," katanya.
Dalam kecelakaan itu pengemudi truk tronton pengangkut bijih plastik tewas seketika setelah ditabrak kereta pengangkut barang dari Stasiun Pasar Turi Surabaya menuju Jakarta.
Selain truk tronton, sebuah truk pengangkut katak dan sebuah mobil travel juga terkena dampaknya setelah menabrak tronton naas yang terseruduk lokomotif itu.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian mengalami macet total, sedangkan jalur kereta api Surabaya-Semarang tidak mengalami gangguan.
Menurut Sugeng, rangkaian kereta barang yang ditarik lokomotif nomor CC-20174 itu terdiri atas 10 peti kemas isi, empat gerbong dasar peti kemas, dan dua gerbong tertutup isi barang kelontong.
"Kebetulan saat peristiwa itu terjadi jadwal perjalanan kereta api di jalur utara Surabaya-Jakarta sedang tidak padat sehingga tidak ada gangguan yang berarti di jalur itu," katanya.
Meskipun sempat berhenti selama satu jam di lokasi kejadian, kereta api barang itu dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
