Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:15 WIB
Wapres: Stimulus Fiskal Imbangi Gelombang PHK
Suhartono | Jumat, 6 Maret 2009 | 14:23 WIB
|
Share:

KOMPAS/RIZA FATHONI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Gubernur Bank Indonesia Boediono (kanan ke kiri) sebelum rapat kerja yang membahas Stimulus Fiskal 2009 dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Selasa (24/2).

TERKAIT:

JAKARTA, JUMAT — Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla berharap stimulus fiskal yang ditetapkan pemerintah bersama DPR baru-baru ini dapat mengimbangi gelombang PHK yang telah menimpa lebih dari 38.000 buruh.

Sebab, dengan stimulus fiskal, pembangunan infrastruktur dapat dipercepat, di antaranya pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, proyek listrik, sambungan 10 juta air bersih, dan peningkatan ekspor.

Hal itu diutarakan Wapres Kalla menjawab pers dalam konferensi pers rutin seusai shalat Jumat di Kompleks Istana Wapres Jakarta, Jumat (6/3).

"Memang ada PHK, tetapi dengan proyek baru yang berasal dari persetujuan stimulus fiskal, hal itu bisa diperpecepat pembangunannya. Mudah-mudahan itu bisa mengimbangi terjadinya PHK," kata Kalla.

Wapres memberikan contoh betapa pembangunan infrastruktur sudah mampu menyerap sekian banyak tenaga kerja. "Pembangunan tower rumah susun sederhana milik (rusunami) dan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dapat menyerap berapa banyak tenaga kerja. Belum lagi proyek infrasurktur lainnya," ujarnya.

Lebih jauh Kalla menyatakan, meskipun terjadi krisis, Indonesia bukanlah pusat dari krisis tersebut sehingga dampaknya tidak sebesar dibandingkan negara-negara lainnya, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara Asia.

"Efek di sektor finansial kita juga tidak terlalu besar. Karena capital market kita kecil, hanya sekitar 2 hingga 3 persen. Begitu juga ekspor komoditas kita yang turun hanya harganya, bukan volume sehingga kita tidak terlalu jatuh akibat krisis finansial global," tutur Kalla.